PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMP CAHAYA BANGSA METRO TAHUN PELAJARAN 2024/2025

Segera Daftar Kouta Terbatas dan Dapatkan Diskon sampai 50 %

PENTINGNYA LAYANAN BK DI SEKOLAH

Guru BK Bukan Polisi Sekolah, Guru BK Sahabat Siswa

SELAMAT DATANG DI BLOG GURU BK

Berbagi dan Berkolaborasi.

BERBAGI DAN BERKOLABORASI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI

Merdeka Kurikulumnya, Merdeka Belajarnya.

Kamis, 30 Juli 2026

 

TRANSFORMASI PENDIDIKAN INKLUSIF MELALUI INOVASI  “SEKAWAN BETABIK”  

DI TK CAHAYA BANGSA METRO UNTUK MEWUJUDKAN 

PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK SEMUA



Cita-cita besar menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur bukanlah sebuah benteng tinggi yang dibangun secara instan di panggung politik atau gedung-gedung pencakar langit. Cita-cita luhur tersebut justru dirajut dari helai-helai benang kecil di sudut-sudut ruang kelas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di sanalah, pada rentang usia emas (golden age), fondasi karakter, empati, dan rasa keadilan sosial pertama kali ditanamkan (Sujiono, 2013). Ketika kita berbicara tentang kedaulatan sebuah bangsa, kita sejatinya sedang membicarakan kualitas sumber daya manusia yang tanggap berpikir, mandiri, dan saling menghargai.

Namun, keadilan dan kemakmuran hakiki tidak akan pernah tercapai jika masih ada anak-anak bangsa yang terpinggirkan dari hak dasarnya untuk mendapatkan pendidikan bermakna hanya karena perbedaan fisik, kognitif, maupun sosio-emosional.

Realita Pendidikan Inklusif di Lapangan

Kota Metro, Lampung, yang selama ini dikenal sebagai Kota Pendidikan, menyimpan potensi besar dalam melahirkan generasi masa depan yang unggul. Di tengah dinamika keberagaman masyarakatnya, TK Cahaya Bangsa Metro mengambil peran aktif untuk menghadirkan iklim pendidikan yang mengayomi semua anak tanpa terkecuali.

Realita di lapangan sering kali memperlihatkan tantangan yang tidak mudah:

  • Jebakan Administrasi: Pendidikan inklusif kerap kali hanya dipahami sebatas pemenuhan kuota administratif—menerima Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah reguler tanpa diimbangi kesiapan ekosistem, penyesuaian kurikulum, maupun strategi pendampingan yang tepat (Garnida, 2015).

  • Isolasi Terselubung: Akibatnya, anak-anak neurodivergent atau mereka yang memiliki hambatan perkembangan sering kali berada di dalam kelas reguler, namun terasing secara sosial dan emosional.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan anak-anak di TK Cahaya Bangsa Metro menyadarkan kami bahwa keadilan dalam pendidikan bukan berarti memberikan perlakuan yang persis sama, melainkan memberikan penyesuaian yang proporsional sesuai dengan kebutuhan unik mereka.

Setiap anak membawa "peta dunianya" sendiri. Ada anak yang belajar melalui ketenangan, ada yang merespons dunia dengan kepekaan sensorik yang tinggi, dan ada pula yang membutuhkan saluran komunikasi nontradisional untuk menyampaikan ide-idenya.

Atas dasar refleksi mendalam tersebut, lahir sebuah inovasi praktik baik bertajuk “Sekawan Betabik”. Inovasi ini memadukan nilai kebudayaan lokal Lampung dengan prinsip-prinsip pendidikan inklusif modern.

Konseptualisasi Inovasi “Sekawan Betabik”

Secara etimologis dan kultural, kata Betabik berasal dari kearifan lokal Lampung (Tabik Pun / Betabik) yang mencerminkan rasa hormat, kesantunan, permohonan izin, serta pengakuan tulus atas keberadaan orang lain. Dalam konteks budaya lokal, betabik adalah wujud kerendahan hati untuk menyapa dan merangkul sesama. Sementara itu, istilah Sekawan melambangkan persahabatan, kebersamaan, dan keterikatan pilar-pilar utama pendidikan.

Inovasi "Sekawan Betabik" dirancang sebagai sebuah kerangka kerja (framework) inklusi yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendekatan pembelajaran modern:

  1. Sepakat Empati

  2. Kawasan Akomodatif

  3. Wadah Kolaborasi

  4. Nilaikan Keberagaman

Keempat pilar ini digerakkan oleh napas Betabik—sebuah sikap saling menghormati dan mengakui potensi unik setiap anak tanpa label negatif.

7 Langkah Operasional Harian

Penerapan inovasi ini melingkupi tujuh langkah operasional yang selaras dengan prinsip-prinsip inklusi pada anak usia dini (Kemendikbudristek, 2022):

  • Buka Diri melalui Asesmen Holistik (Diagnostic & Empathy Mapping).

  • Eksplorasi Pembelajaran Berbasis Main Inklusif (Play-Based Differentiation).

  • Terapkan Dampingan Teman Sekawan (Peer Tutoring & Social Bonding).

  • Akomodasi Lingkungan Sensorik (Sensory-Friendly Space).

  • Bina Kemitraan Segitiga Emas (Triangle Partnership: Sekolah, Orang Tua, Ahli).

  • Intervensi Berkelanjutan (Continuous Evaluation).

  • Kultivasi Budaya Penghargaan (Culture of Celebration).

[Sisipkan Gambar 1.1 di Sini]

Keterangan Gambar: Bagan Penerapan Inovasi Sekawan Betabik di TK Cahaya Bangsa Metro.

Strategi Pelaksanaan dan Aksi Nyata di Ruang Kelas

Pelaksanaan "Sekawan Betabik" di TK Cahaya Bangsa Metro berfokus pada diferensiasi proses, lingkungan, dan penilaian. Pembelajaran tidak diseragamkan, melainkan dirancang fleksibel agar seluruh anak—baik yang neurotipikal maupun yang memiliki hambatan perkembangan—dapat berpartisipasi secara bermakna sesuai amanat Permendikbudristek No. 48 Tahun 2023.

1. Asesmen Diagnostik Awal dan Pemetaan Profil Anak

Langkah awal dimulai dengan tidak memandang anak dari dokumen medis semata, melainkan melalui observasi partisipatif. Guru mengamati bagaimana anak berinteraksi dengan media main, respons mereka terhadap stimulasi auditori atau visual, serta minat terbesar mereka.

Contoh Kasus: Ketika mendapati anak dengan kecenderungan autisme yang sensitif terhadap suara bising (auditory hypersensitivity), guru tidak memaksanya berada di kelompok besar yang bising, melainkan menyediakan sudut tenang (quiet corner) yang dilengkapi noise-canceling headphones atau fidget toys.

2. Pembelajaran Inklusif Berbasis Main Bebas (Loose Parts Play)

Media terintegrasi seperti bahan alam dan bahan lepasan (loose parts) menjadi sarana efektif. Pendekatan inklusif menekankan bahwa perubahan harus terjadi pada sistem dan lingkungan sekolah, bukan memaksakan anak menyesuaikan diri pada sistem yang kaku (Stubbs, 2008).

Di TK Cahaya Bangsa Metro, anak-anak diajak merancang "Kota Metro Impian" menggunakan susunan kayu, batu, daun, dan barang bekas. Anak yang unggul pada aspek visual-spasial namun kesulitan berkomunikasi verbal dapat berperan aktif sebagai arsitek utama, sementara teman sekawannya membantu menyusun komponen lain.

3. Penanaman Empati Melalui "Budaya Betabik" dan Teman Sekawan

Anak usia dini adalah peniru yang ulung. Guru meneladankan sikap Betabik—menyoroti kebaikan, membiasakan kata maaf, tolong, dan terima kasih, serta membentuk sistem Teman Sekawan. Anak-anak reguler diajak menjadi mitra bermain bagi teman-temannya yang membutuhkan pendampingan ekstra. Sistem pendampingan sebaya ini terbukti efektif membangun iklim kelas yang kooperatif (Ainscow, 2020).

4. Kemitraan Segitiga Emas (Triangle Partnership)

Pendidikan inklusif tidak akan berjalan optimal tanpa kesinambungan di rumah. Melalui ruang dialog "Betabik bersama Orang Tua", TK Cahaya Bangsa Metro menyelaraskan pola pendampingan. Guru, orang tua, dan tenaga ahli (psikolog/terapis) duduk bersama secara berkala untuk merayakan pencapaian-pencapaian kecil (micro-progress) yang berhasil diraih anak.

Data Dampak Inovasi dan Refleksi Praktik Baik

Selama penerapan inovasi "Sekawan Betabik" di TK Cahaya Bangsa Metro, perubahan signifikan tercatat baik secara kualitatif maupun kuantitatif dalam dinamika kelas.

Tabel 1.1 Capaian Pelaksanaan Inovasi

NoIndikator EvaluasiSebelum InovasiSetelah Inovasi
1Partisipasi Aktif ABK dalam Kegiatan Kelompok35% anak mau bergabung85% berpartisipasi aktif
2Tingkat Kejadian Tantrum/Meltdown Akibat OverstimulasiRata-rata 4–6 kali / mingguMenurun ke 1–2 kali / bulan
3Indeks Empati & Sikap Saling Menolong Sesama MuridDidominasi egois khas usia dini (40%)90% menunjukkan kepedulian sosial
4Keterlibatan Orang Tua dalam Program Keselarasan50% orang tua rutin konsultasi95% aktif dalam dialog & jurnal harian

Refleksi mendalam dari praktik baik ini membuktikan bahwa ketika anak-anak berkebutuhan khusus diberikan ruang yang sesuai dengan ritme belajarnya, potensi tersembunyi mereka mekar dengan indah.

Salah satu kisah menyentuh datang dari seorang murid dengan speech delay berat yang di awal tahun ajaran cenderung menarik diri. Melalui pendekatan Teman Sekawan dan media finger painting, anak tersebut secara bertahap membangun rasa percaya diri hingga mampu menyampaikan karyanya di depan teman-teman dengan bangga.

Mengaitkan Pendidikan Inklusif dengan Tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"

Bagaimana praktik inklusi di PAUD berkontribusi pada skala nasional? Jawabannya terletak pada cara kita memandang investasi kemanusiaan jangka panjang:

  • Indonesia yang Adil: Keadilan sosial tidak bisa mendadak wujud pada usia dewasa jika masa kecil seseorang diwarnai oleh diskriminasi. Membiasakan anak sejak dini melihat perbedaan sebagai keniscayaan adalah cara mencetak calon penegak hukum, pembuat kebijakan, dan pemimpin masa depan yang berjiwa adil.

  • Indonesia yang Makmur: Kemakmuran sebuah bangsa ditentukan oleh sejauh mana seluruh warganya—tanpa terkecuali—diberdayakan. Mendidik anak berkebutuhan khusus sejak dini mempersiapkan mereka menjadi individu yang mandiri dan berkarya sesuai kapasitas uniknya (no one left behind, UNESCO 2017).

  • Indonesia yang Berdaulat: Kedaulatan bertumpu pada karakter masyarakat yang kokoh dan beridentitas budaya kuat. Inovasi "Sekawan Betabik" membuktikan bahwa solusi pendidikan tidak harus mengimpor teori luar secara mentah, melainkan mengawinkan kearifan lokal Lampung dengan pedagogi modern.

Langkah Kecil dari Kelas PAUD untuk Masa Depan Bangsa

Pendidikan inklusif bukanlah sekadar program kerja sekolah atau pemenuhan regulasi pemerintah semata, melainkan wujud komitmen moral dan panggilan hati nurani untuk memanusiakan manusia. Ruang kelas PAUD adalah miniatur Indonesia. Jika di dalam kelas kita berhasil menanamkan benih-benih menghargai perbedaan, memberikan hak belajar yang setara, serta merangkul setiap keunikan dengan kasih sayang, maka kita sedang meletakkan batu pertama pembangunan Indonesia yang benar-benar berdaulat, adil, dan makmur.

Melalui praktik baik "Sekawan Betabik" di TK Cahaya Bangsa Metro, kami menyaksikan secara langsung bagaimana dinding perbedaan runtuh ketika digantikan oleh jembatan empati. Anak-anak tidak lahir dengan rasa benci atau prasangka. Menjadi tugas mulia kita sebagai pendidik untuk menjaga kepolosan hati mereka dengan menyediakan lingkungan belajar yang hangat, ramah, dan inklusif.

Dari Kota Metro untuk Indonesia, mari kita terus melangkah bersama, merajut asa, dan membuktikan bahwa dari ruang kelas kecil, mimpi besar tentang Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dapat nyata diwujudkan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Ainscow, M. (2020). Promoting inclusion and equity in education: Lessons from international experiences. Nordic Journal of Studies in Educational Policy, 6(1), 7–16.

  • Garnida, D. (2015). Pengantar pendidikan inklusif. Bandung: Refika Aditama.

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pelaksanaan pendidikan inklusif. Jakarta: BSKAP Kemendikbudristek.

  • Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada Satuan Pendidikan.

  • Stubbs, S. (2008). Inclusive education: Where there are few resources. Disability and Development Partners (DDP).

  • Sujiono, Y. N. (2013). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.

  • UNESCO. (2017). A guide for ensuring inclusion and equity in education. UNESCO Publishing.

Sabtu, 09 Mei 2026

HARMONI DI BALIK PAPAN TULIS : Menenun Harapan Inklusi di Bumi Sai Wawai

 



Gambar. Ilustrasi pendidikan bermutu untuk semua 

METRO ---- Pernahkah kita sejenak merenung, membayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang anak dengan kebutuhan khusus yang duduk di tengah keriuhan kelas, namun merasa terisolasi dalam kesunyian? Di beberapa sudut sekolah di Kota Metro—kota yang menyandang predikat sebagai Kota Pendidikan—pernah ada masa di mana anak-anak istimewa ini hanya menjadi "pengunjung asing" di sekolah mereka sendiri. Mereka hadir secara fisik, duduk di bangku yang sama dengan siswa lainnya, namun mereka terpisah oleh sekat tak kasat mata yang jauh lebih tebal daripada dinding bata: sekat ketidaktahuan.

​Selama bertahun-tahun, konsep pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah reguler sering kali hanya dipandang sebagai formalitas administratif. Guru-guru di kelas reguler sering kali diliputi rasa cemas dan ketidakberdayaan. "Jujur, dulu kami merasa takut salah melangkah," ungkap salah satu guru di Metro Pusat. "Kami ingin merangkul mereka, tapi kami tidak punya bekal metodenya. Akhirnya, anak-anak istimewa ini hanya 'dititipkan' di kelas tanpa ada progres pembelajaran yang berarti." Kondisi ini menciptakan luka yang dalam, di mana potensi emas anak bangsa harus redup sebelum sempat bersinar hanya karena sistem yang belum siap memeluk perbedaan.

Menyalakan Pelita melalui Perubahan Paradigma

​Perubahan besar di Kota Metro tidak datang melalui keajaiban semalam, melainkan melalui keberanian untuk mengakui kekurangan. Transformasi ini dimulai ketika pemerintah daerah dan para penggerak pendidikan menyadari bahwa fasilitas fisik bukanlah satu-satunya jawaban. Jawaban sesungguhnya terletak pada sumber daya manusia. Langkah awal yang diambil adalah melakukan rekonstruksi pemikiran melalui rangkaian pelatihan pendidikan inklusi yang masif bagi para pendidik.

​Pelatihan ini dirancang untuk meruntuhkan dinding ketakutan para guru. Mereka tidak hanya diajarkan teori, tetapi diajak masuk ke dalam dunia para siswa istimewa. Guru-guru belajar bagaimana melakukan identifikasi yang akurat, memahami bahwa spektrum autisme bukanlah penyakit, dan menyadari bahwa disleksia hanyalah cara kerja otak yang berbeda. Salah satu tonggak terpenting adalah kemampuan menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI). Di sini, paradigma guru berubah total: pendidikan yang adil bukan berarti memberikan porsi yang sama kepada setiap anak, melainkan memberikan apa yang dibutuhkan setiap anak agar mereka bisa tumbuh sesuai fitrahnya.







Gambar. Kegiatan KKG Inklusi Kota Metro 

​KKG Inklusi sebagai Jantung Transformasi

​Setelah pelita pengetahuan dinyalakan di ruang pelatihan, tantangan sesungguhnya adalah menjaga api tersebut tetap berkobar di sekolah masing-masing. Di sinilah Kelompok Kerja Guru (KKG) Inklusi di Kota Metro mengambil peran sebagai jantung dari transformasi ini. KKG tidak lagi sekadar menjadi ruang pertemuan formal yang membahas urusan birokrasi, melainkan berevolusi menjadi laboratorium kemanusiaan tempat para guru bertukar "Praktik Baik".

​Dalam setiap pertemuan KKG, atmosfer kolaborasi sangat kental terasa. "Di forum KKG ini, kami tidak lagi merasa sendirian," ujar Miss Ida seorang pendidik inklusi kawakan di Metro Timur. "Kami berbagi strategi nyata, mulai dari cara menangani anak yang sedang tantrum hingga memodifikasi alat peraga agar bisa dipahami anak dengan hambatan intelektual."

​Inovasi-inovasi kecil ini membentuk sebuah gelombang perubahan yang besar. KKG menjadi tempat yang aman bagi guru untuk mengakui kegagalan dan merayakan keberhasilan sekecil apa pun. Di forum ini, kurikulum nasional yang kaku "dijahit ulang" sedemikian rupa agar pas dengan ukuran kebutuhan setiap siswa istimewa. Praktik baik yang dibagikan bukan hanya soal nilai di atas kertas, tetapi soal bagaimana membangun rasa percaya diri siswa yang selama ini merasa terpinggirkan. Melalui KKG, pendidikan inklusi di Kota Metro memiliki napas dan denyut nadi yang nyata.

​Fajar Baru di Bumi Sai Wawai

​Kini, hasil dari perjuangan panjang itu mulai menampakkan wajahnya di sekolah-sekolah se-Kota Metro. Sekolah tidak lagi menjadi tempat yang menakutkan bagi anak-anak dengan disabilitas. Suasana kelas bertransformasi menjadi ekosistem yang hangat, di mana perbedaan tidak lagi dipandang sebagai keanehan, melainkan sebagai warna yang memperkaya dinamika belajar. Anak-anak tanpa kebutuhan khusus pun mendapatkan pelajaran berharga yang tidak ada di buku teks: nilai empati, kesabaran, dan cara menghargai kemanusiaan.

​Ibu Keliatan kepala sekolah di Metro Selatan menambahkan perspektif penting: "Transformasi ini membawa roh baru di sekolah kami. Sekarang, melihat anak autis bisa tersenyum dan punya teman bermain di kantin adalah prestasi yang jauh lebih membanggakan daripada sekadar piala di lemari sekolah. Guru-guru kami pun lebih percaya diri karena mereka tahu mereka punya komunitas pendukung di KKG."

​Transformasi ini membuktikan bahwa inklusi adalah soal hati yang terbuka. Saat ini, siswa inklusi di Metro mulai berani tampil di depan kelas, ikut serta dalam ekstrakurikuler, dan meraih prestasi sesuai bakat unik mereka. Dukungan yang konsisten dari sesama rekan di KKG membuat para pendidik tidak merasa sendirian dalam menghadapi tantangan di lapangan.








Gambar. Iklim pembelajaran yang inklusif di dalam kelas 

Menuju Masa Depan yang Setara

​Sebagaimana penantian panjang para guru di berbagai daerah terpencil Indonesia yang membuahkan hasil pada penghujung tahun 2025, Kota Metro pun mencatatkan sejarahnya sendiri. Revitalisasi pendidikan inklusi di sini bukan sekadar soal anggaran yang terserap atau gedung yang direhabilitasi, melainkan soal hak anak-anak yang terbayarkan.

​Perjalanan ini memang belum mencapai garis finis, namun fajar baru telah menyingsing. Di Kota Metro, setiap anak kini boleh bermimpi setinggi langit, karena mereka tahu, sekolah mereka adalah jembatan, bukan tembok yang menghalangi langkah mereka. Inklusi telah menjadi ruh bagi Kota Pendidikan ini, membuktikan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang tidak meninggalkan satu pun anak di belakang. Dari Bumi Sai Wawai, kita belajar bahwa keadilan sosial dimulai dari satu ruang kelas yang inklusif untuk semua.


Ditulis Oleh Restu Ramadani, S. Pd., Gr. 


Rabu, 25 Oktober 2023

Guru BERCINTA (Berbagi, Cerdas, Inovatif dan Aktif) dalam Pembelajaran di era digital sebagai Sahabat Teknologi Tahun 2023

Guru BERCINTA (Berbagi, Cerdas, Inovatif dan Aktif) dalam Pembelajaran di era digital sebagai Sahabat Teknologi Tahun 2023


Sobat BK- Hallo Sobat BK dimanapun berada pada kesempatan kali ini Mr. BK ingin berbagi sedikit pengalaman Mr. BK dalam mengikuti kegiatan PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK) yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) KEMDIKBUDRISTEK tahun 2023. Kegiatan PembaTIK ini diselenggarakan mulai dari level 1 literasi hingga level 4 berbagi dan berkolaborasi. Untuk Sobat BK yang ingin melihat  keseruan kegiatan PembaTIK level 4 berbagi dan berkolaborasi dapat dilihat pada video VLOG  yang mimin upload di sosial media mimin loh.... VLOG PembaTIK level 4 

Pada kegiatan PembaTIK level 4 Berbagi dan Berkolaborasi ini Mr. BK diminta untuk membuat rencana tindak lanjut tentang apa saja yang akan dilakukan selama kurang lebih 3 minggu. Nah, berikut ini rencana tindak lanjut yang sudah Mr. BK buat untuk kegiatan PembaTIK level 4 tahun 2023 : 


Kegiatan PembaTIK Level 4 berbagi dan berkolaborasi ini memiliki beberapa aktivitas yang harus dikerjakan oleh peserta ditengah kesibukannya sebagai seorang guru yaitu melaksanakan pembelajaran di dalam kelas. Pada tahap inilah guru dituntut untuk kreatif dalam memanagement waktunya dalam rangka memenuhi tugas yang ada pada google class room. 

Berdasarkan rencana tindak lanjut yang Mr. BK  buat, hal yang pertama saya lakukan yaitu membuka google classroom dan menyimak serta mengerjakan modul 13 dan 14 yang ada di LMS. Pada LMS yang ada di GCR terdapat materi seperti pada modul 13 mengenai Publikasi Karya Tulis untuk pengembangan profesi guru serta pada modul 14 mengenai membangun komunikasi dan kolaborasi dalam pemanfaatan platform teknologi. Selain itu saya juga melakukan koordinasi dengan kepala sekolah selaku pimpinan untuk meminta izin dan dukungan untuk kegiatan PembaTIK level 4 berbagi dan berkolaborasi.

Puji syukur kepala sekolah sangat mendukung kegiatan PembaTIK ini,  menurutnya  " pada zaman modern ini seorang pendidik memanfaatkan media interaktif berbasis digital, karena pendidikan menurut pemikiran KH Dewantara yaitu didiklah anak sesuai dengan zamannya. Nah di zaman era digital saat ini pendidik harus berinovasi untuk meningkatkan pembelajaran berbasis digital yang memberikan pemahaman yang nyata. Setelah mendapatkan dukungan dari kepala sekolah saya juga meminta dukungan dengan dinas Pendidikan Kota Metro untuk berbagi praktik baik dalam kegiatan PembaTIK level 4 ini. 

FGD Pemanfaatan PMM dengan Dewan Guru SMP Cahaya Bangsa Metro


Aktivitas praktk baik yang saya lakukan pertama yaitu dengan mengadakan FGD bersama guru-guru yang ada di SMP Cahaya Bangsa Metro mengenai pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar. Kegitan ini dilakukan pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023 di Aula Lt 3 SMP Cahaya Bangsa Metro. Saya mengambil topik ini karena masih banyaknya guru-guru di sekolah saya yang belum memanfaatakan Platfrom ini dalam mendukung pembelajaran di kelas, padahal jika kita melihat fitur-fitur yang ada di PMM terdapat banyak sekali yang bisa mempermudah guru dalam mempersiapkan pembelajaran di kelas seperti fitur asesmen murid yang berisi berbagai tipe soal asesmen untuk setiap fase. Selain itu pada PMM terdapat juga fitur bukti karya yang berisi karya-karya guru dari seluruh Indonesia berupa LKPD yang bisa diadopsi sesuai dengan materi yang sedang dibahas di kelas. 
Seperti sebuah pribahasa " Sambil menyelam minum air" selain saya melakukan kegiatan praktik baik dengan berbagi dan berkolaborasi saya juga berusaha untuk meluangkan waktu membaca modul-modul yang belum saya selesaikan di LMS GCR saya dengan melihat dan mencatat point-point pokok apa saja yang bisa kita terapkan dalam kegiatan PembaTIK level 4 ini. 

Desiminasi Inovasi Media Pembelajaran Digital bersama KKG Guru SD se-Metro 


Dihari yang berbeda saya mendapatkan undangan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) SD se-Metro untuk membagikan praktik baiknya dalam berinovasi menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif untuk peserta didik. Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua KKG guru SD bapak Edi Suprapto, S.Pd, harapannya  bahwa guru professional dituntut untuk selalu upgrade ilmunya seiring dengan perkembangan kemajuan zaman, terlebih tantangan pendidikan saat ini diera revolusi 4.0. Oleh karena itu dengan adanya desiminasi ini ilmunya bisa bermanfaat. Pada kesempatan ini saya membagikan tentang bagaimana sih menciptakan media pembelajaran interaktif seperti Gogle Slide, Assembler Edu, dan Articulate Storyline. Disini saya menekankan bawasannya media pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar yang bertujuabn untuk merangsang pikiran dan perhatian peserta didik sehingga mudah untuk memahami materi. 

Belajar secara Kontekstual dengan Media Assemblr Edu


Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik yaitu dengan menggunakan media yang tepat dalam proses pembelajaran. Penggunaan media dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa sehingga dapat tercapainya tujuan pembelajarn lebih baik.Saat ini mata pelajaran mengenai materi peninggalan sejarah hindu budha  yang ada di Indonesia masih kurang praktis karena guru dan siswa karena terkendalanya tempat untuk menjadikan sumber belajar. 
Berdasarkan hal tersebut harus ada solusi yang dapat dgunakan oleh guru agar peserta didik dapat memahami pembelajaran dan memicu keingintahuan siswa untuk belajar. Guru membutuhkan media pembelajaran yang menarik dan praktis untuk menjelaskan materi yang sedang dibahas menggunakan gambar 3D. Dengan teknologi dari Assembler Edu, guru dapat menghidupkan materi apapun, sehingga peserta didik memiliki pengalaman secara konkret dan kontekstual mengenai bentuk apa saja yang menjadi sejarah peninggalan hindu budha di Indonesia. 

WEBINAR Kolaborasi MPIAR (Media Pembelajaran Interaktif Augmented Reality) 


Selain itu bersama sahabat Teknologi Provinsi Lampung mengadakan Webinar Kolaborasi dalam rangka kegiatan PembaTIK level 4 yang mengusung tema Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan Dengan Berkolaborasi dan Berbagi untuk Mewujudkan Merdeka Belajar pada Kamis, 19 Oktober 2023 mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Acara Webinar dikemas melalui aplikasi google meet yang harapannya dapat menjangkau semua guru di Indonesia. LIHAT WEBINAR
Saya membagikan praktik baik beliau dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif dengan menggunakan Asembler Edu. "Assemblr Edu merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk membuat konten tiga dimensi (3D) dan Augmented Reality (AR) yang interaktif dan menyenangkan. Assemblr Edu dapat menggunakan konten edukasi AR siap pakai yang bersifat interaktif. Pengguna Assemblr Edu dapat langsung memilih topik atau mata pelajaran yang diinginkan lalu selanjutnya dapat memilih konten yang sesuai dengan materi yang ingin disampaikan di kelas. Aplikasi Assemblr Edu merupakan salah satu solusi pembuatan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik".  
Aplikasi ini dapat digunakan oleh guru, pengajar, pengembang pendidikan atau peserta didik. Platform ini juga memiliki fitur yang memungkinkan untuk mengelola, menyimpan dan berbagi konten yang dibuat, sehingga memudahkan proses kolaborasi antar guru atau pengajar. Assemblr  Edujuga  dapat  digunakan  untuk  mengevaluasi  kinerja  peserta  didik  dengan menambahkan soal atau kuis dalam konten AR yang dibuat ."Assemblr  Edu merupakan  salah  satu  ide  untuk  pembuatan  media  pembelajaran  interaktif  yang efektif  dalam  menarik  minat  belajar  peserta  didikserta  peningkatan  dalam  hasil  belajar".

Berbagi Inovasi Media Pembelajaran Interaktif dengan Ikatan Guru Indonesia Kab. Lampung Timur 


Kegiatan terakhir dalam berbagi dan berkolaborasi yang saya lakukan yaitu melaksanakan praktik baik yang bekerjasama dengan Ikatan Guru Indonesa Kab. Lampung Timur. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Oktober 2023 di Gedung Pertemuan Bersama Guru Kec. Batanghari. Topik yang menjadi pembahasan pada kesempatan kali ini yaitu mengenai peningkatan SDM guru dalam berinovasi membuat media pembelajaran interaktif sesuai dengan kurikulum merdeka. Pelaksanaan kegiatan ini sebagai tindak lanjut kegiatan peningkatan kompetensi guru yang dilakukan oleh IGI Kab. Lampung Timur sebelumnya yang melihat masih banyaknya guru-guru belum menerapkan inovasi pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran interaktif. Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua KORWIL DISDIKBUD Kec. Batanghari Bapak Urip Winarto. 

Disini saya menyampaikan mengenai bagaimana cara membuat membuat media pembelajaran yang interaktif yang mudah bagi guru. Seorang guru perlu menguasai tidak hanya keterampilan mengajar namun harus mampu menguasai teknologi dalam media pembelajaran yang perlu dikembangkan sekreatif mungkin. Salah satu cara yaitu dengan membuat media pembelajaran yang interaktif untuk guru dengan bantuan aplikasi Articulate Storyline. Prorgam ini merupakan satu dari beberapa aplikasi dengan kemampuan membuat presentasi materi ajar dengan bentuk yang menarik dan interaktif untuk peserta didik.



Untuk yang sudah mengenal program Microsoft Power Point, akan merasa familiar dengan aplikasi ini, sebab fitur-fitur yang di dalamnya memiliki kesamaan dan mudah diaplikasikan. Dalam aplikasi ini juga disediakan fitur-fitur untuk membuat soal-soal Latihan yang bisa langsung diisi seperti halnya aplikasi Quiz Creator. Walaupun aplikasi ini sebenarnya adalah program untuk membuat presentasi, hanya saja fasilitas dan fitur yang disajikan bisa dimanfaatkan dalam pembuatan program belajar mengajar yang inovatif dan interaktif. Program yang nantinya dihasilkan juga akan cukup menarik. Kelebiham lainnya yaitu program ini dapat digunakan dengan mudah untuk pemula yang baru belajar membuat media pembelajaran interaktif

Sebagai kegiatan penutup praktik baik PembaTIK level 4 berbagi dan berkolaborasi saya mulai menyusun konsep pembuatan video VLOG mulai dari take video, penyusunan deskripsi video dan proses editing. Selain itu saya juga merangkum materi apa saja yang akan saya masukkan ke dalam tulisan di blog saya dalam bentuk laporan praktik baik. Harapannya setelah mengikuti PembaTIK ini semakin banyak inovasi dan praktik baik yang dapat diciptakan demi menumbuhkan merdeka belajar bagi peserta didik. 

Mr. BK

#PusdatinKemendikbudristek

#BLPTKemendikbudristek

#MerdekaBelajar

#PembaTIK2023

#SahabatTeknologiKemendikbudristek

#PlatformMerdekaMengajar

Minggu, 22 Oktober 2023

SAHABAT TEKNOLOGI LAMPUNG 2023 ADAKAN WEBINAR KOLABORASI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF

WEBINAR KOLABORATIF INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM KURIKULUM MERDEKA 


Pamflet Kegiatan WEBINAR Kolaborasi 

Sobat BK- Sahabat Teknologi Provinsi Lampung adakan Webinar Kolaborasi dalam rangka kegiatan PembaTIK level 4 yang mengusung tema Menguatkan Ekosistem Digital Pendidikan Dengan Berkolaborasi dan Berbagi untuk Mewujudkan Merdeka Belajar pada Kamis, 19 Oktober 2023 mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Acara Webinar dikemas melalui aplikasi google meet yang harapannya dapat menjangkau semua guru di Indonesia. LIHAT WEBINAR

Webinar yang menghadirkan pemateri dari para Sahabat Teknologi Provinsi Lampung yang telah lulus PembaTIK level 3 ini berbagi pengalaman dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif berbasis digital. Tiga pemateri dalam webinar ini antara lain Ibu Reni Astari H, M.Pd dari SMP N 45 Bandar Lampung, Ibu Rahmi Rauf, S.Kom dari SMP N 5 Terbanggi Besar dan Bapak Restu Ramadani, S.Pd dari SMP Cahaya Bangsa Metro. 

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sambutan. Kegiatan Webinar Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran  dalam perkembangan pendidikan di abad 21, dan juga memainkan peran penting di sekitar wacana transisi kurikulum dari kurikulum 2013 ke kurikulum merdeka belajar. Tentunya menyambut kurikulum baru ini akan membutuhkan strategi pembelajaran baru agar siswa dapat belajar lebih produktif, seperti dengan menyediakan media pembelajaran yang interaktif. Apalagi saat ini, tanpa bantuan teknologi, perkembangan dunia pendidikan sangat terhambat. Oleh karena itu, authority perlu memanfaatkan kemajuan teknologi sebagai alat atau media pembelajaran untuk mengintegrasikan keterampilannya ke dalam pengelolaan pembelajaran di kelas. 

Penyampaian Materi Webinar dikemas dengan sistem paralel yang mana materi disampaikan oleh pemateri satu hingga tiga kemudian baru dibuka sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi pertama menampilkan Ibu Reni Astari H, M.Pd yang berbagi praktik baik dalam pemanfaatan media pembelajaran interaktif berupa Google Slide. "Google slide merupakan aplikasi presentasi digital yang berguna untuk membuat, menyimpan dokumen agar mencegah kerusakan atau kehilangan buku ajar yang dimiliki. Dengan bantuan google slide, presentasi lebih menarik, interaktif dan materi pelajaran yang di sampaikan mudah dipahami siswa. Multimedia Interaktif adalah suatu program pembelajaran yang berisi campuran teks, grafik, gambar, suara, video, simulasi, dan animasi secara terpadu dengan berbantukan perangkat komputer untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dengan pengguna dapat berinteraksi dengan program" paparnya. 


Pemaparan materi oleh Reni Astari H., M.Pd

"Sejauh ini guru masih jarang memanfaatkan Google Slides. Guru lebih sering memanfaatkan program Power Point untuk memberikan materi pembelajaran. Padahal program dari Google Slides menghadirkan banyak fitur yang bisa digunakan oleh guru untuk membuat media interaktif dalam pembelajaran dan fitur-fitur tersebut tidak ada pada Power Point. Misalnya ketika guru ingin memberikan pertanyaan secara real time dan dapat dijawab secara langsung oleh siswa dan jawaban tersebut secara otomatis dapat terekam. Oleh karena itu, Google Slides dapat menjadi program pengembangan media interaktif yang dapat menghadirkan pembelajaran menarik sehingga perlu dicoba", lanjutnya

Sedangkan Ibu Rahmi Rauf, S.Kom sebagai pemateri selanjutnya menyampaikan praktik baik beliau dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline 3. Menurutnya Articulate storyline ini merupakan salah satu multimedia authoring tools yang digunakan untuk membuat aplikasi multimedia interaktif dengan konten berupa teks, gambar, grafik, suara, video bahkan animasi dan simulasi. Hasil publikasi Articulate Storyline berupa media berbasis web (html5) atau application file (.exe) yang dapat dijalankan pada berbagai perangkat seperti laptop, tablet dan smartphone.
Pemateri yang akrab dipanggil bu Rahmi ini memanfaatkan aplikasi Articulate storyline dalam mata pelajaran Kewirausahaan untuk topik Memilah Sampah. Dari proses pembelajaran yang telah dilakukan menggunakan aplikasi ini rata-rata peserta didik  semakin menarik perhatian dan senang serta tak menjadikan peserta didik mengalami kebosanan. Selain itu, media ini dapat menjadi wadah konten yang menarik agar peserta didik dapat menghabiskan waktunya untuk mengakses media interaktif.

Pemaparan materi oleh Rahmi Rauf, S.Kom

Bapak Restu Ramadani membagikan praktik baik beliau dalam memanfaatkan media pembelajaran interaktif dengan menggunakan Asembler Edu. "Assemblr Edu merupakan sebuah aplikasi yang dikembangkan untuk membuat konten tiga dimensi (3D) dan Augmented Reality (AR) yang interaktif dan menyenangkan. Assemblr Edu dapat menggunakan konten edukasi AR siap pakai yang bersifat interaktif. Pengguna Assemblr Edu dapat langsung memilih topik atau mata pelajaran yang diinginkan lalu selanjutnya dapat memilih konten yang sesuai dengan materi yang ingin disampaikan di kelas. Aplikasi Assemblr Edu merupakan salah satu solusi pembuatan media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik". pungkasnya. 


Pemaparan materi oleh Restu Ramadani, S.Pd

Aplikasi ini dapat digunakan oleh guru, pengajar, pengembang pendidikan atau peserta didik. Platform ini juga memiliki fitur yang memungkinkan untuk mengelola, menyimpan dan berbagi konten yang dibuat, sehingga memudahkan proses kolaborasi antar guru atau pengajar. Assemblr  Edujuga  dapat  digunakan  untuk  mengevaluasi  kinerja  peserta  didik  dengan menambahkan soal atau kuis dalam konten AR yang dibuat ."Assemblr  Edu merupakan  salah  satu  ide  untuk  pembuatan  media  pembelajaran  interaktif  yang efektif  dalam  menarik  minat  belajar  peserta  didikserta  peningkatan  dalam  hasil  belajar", jelasnya. 

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara para peserta dan pemateri. Meskipun tidak semua pertanyaan bisa dijawab karena terbatasnya waktu, namun para peserta tetap antusias menyimak penjelasan para pemateri. (Mr.R)

#PusdatinKemendikbudristek
#BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2023
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar


Media pembelajaran dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi dalam proses pendidikan dan pembelajaran untuk menarik perhatian dan minat siswa dalam belajar.

Sabtu, 21 Oktober 2023

MODUL AJAR BK KELAS 9

 DOWNLOAD GRATIS MODUL AJAR BK KELAS 9


Modul merupakan salah satu bahan ajar mandiri yang digunakan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran berlangsung.  Modul ini berisi materi layanan Bimbingan Konseling dengan jenis layanan orientasi dalam bidang bimbingan pribadi yang membahas tentang orientasi Bimbingan Konseling di sekolah dan orientasi sekolah baru. Layanan Orientasi terhadap bimbingan dan konseling sangat penting dilakukan agar peserta didik dapat lebih memahami tentang apa itu Bimbingan Konseling, sehingga siswa tidak keliru dalam memahami makna dan funngsi Bimbingan dan Konseling. Siswa juga dapat mengetahui prinsip dan asas-asas dalam konseling,  jenis layanan konseling yang terdiri dari berbagai jenis layanan salah satunya dibahas di modul ini. 

Sobat mimin dapat mengunduh pada link berikut ini -->>UNDUH MODUL AJAR BK KELAS 9

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

 Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka FASE Fondasi, A, B, C, D dan F 

Pada kesempatan ini mimin ingin berbagi nih soal capaian pembelajaran di kurikulum merdeka yuks simak.....
Kurikulum merupakan “ruh” pendidikan yang harus dievaluasi secara inovatif, dinamis, dan berkala sesuai dengan perkembangan zaman dan IPTEKS, kompetensi yang diperlukan masyarakat dan pengguna lulusan. Perubahan kurikulum – dengan demikian – menjadi keniscayaan. Bahkan, perkembangan IPTEKS yang sangat cepat tidak lagi memungkinkan dunia pendidikan berlama-lama dengan “zona nyaman” kurikulum yang berlaku.


    Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase perkembangan. Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.
    Istilah capaian pembelajaran kerapkali digunakan bergantian dengan kompetensi, meskipun memiliki pengertian yang berbeda dari segi ruang lingkup pendekatannya. Allan dalam Butcher (2006) menjelaskan bahwa banyak terminologi digunakan untuk menjelaskan educational intent, di antaranya adalah; learning outcomes; teaching objectives; competencies; behavioural objectives; goals; dan aims.

    Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah terdiri dari 6 fase (A–F), atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SDLB, SMPLB, SMALB, Paket A, Paket B, dan Paket C). Capaian Pembelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah juga disusun untuk setiap mata pelajaran.

    Dalam dokumen Capaian Pembelajaran terdapat empat komponen, diantaranya
    1. Rasional Mata Pelajaran: Memuat alasan pentingnya mempelajari mata pelajaran tersebut dan keterkaitan antara mata pelajaran dengan salah satu (atau lebih) Profil Pelajar Pancasila.
    2. Tujuan Mata Pelajaran: Kemampuan atau kompetensi yang perlu dicapai peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran tersebut.
    3. Karakteristik Mata Pelajaran: Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran serta elemen-elemen mata pelajaran, yang didalamnya terdapat kompetensi - kompetensi yang ingin dicapai .
    4. Capaian Pembelajaran Setiap Fase: Deskripsi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi umum. Selanjutnya diturunkan menjadi capaian pembelajaran menurut elemen yang dipetakan menurut perkembangan siswa.

  1. Berikut ini link Capaian Pembelajaran Untuk setiap Fase ----->>>

Minggu, 15 Oktober 2023

Materi BK SMP KUMER 2023

MATERI BIMBINGAN DAN KONSELING BK SEMESTER 1 SMP KUMER 


Sumber gambar : Gramedia.com

Hay Sobat BK, berjumpa lagi dengan Mr. BK pada artikel kali ini mimin ingin berbagi soal materi Bimbingan dan Konseling (BK) di tingkat SMP fase D . Kumpulan materi ini hadir berkat uluran tangan dan sumbangan pemikiran dari berbagai pihak serta berbagai referensi buku, modul dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini ijinkan Mr. BK untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan kumpulan materi ini.  Meski isi kumpulan materi ini masih sederhana, semoga saja kehadirannya dapat memberikan tambahan wawasan atau referensi dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

MATERI BK KELAS 7 KUMER 2023 SMT 1

Download Gratis Materi : Manusia yang Dicintai Tuhan
Download Gratis Materi :Sekolah Baru, Semangat Baru 
Download Gratis Materi:KIAT BELAJAR DI SEKOLAH BARU
Download Gratis Materi:AKU Bangga Jadi Diriku Sendiri
Download Gratis Materi:Mengenal dan Menggali Potensi Diri
Download Gratis Materi:PENTINGNYA DISIPLIN
Download Gratis Materi:Lingkunganku Bersih dan Sehat
Download Gratis Materi:Berani Bertanya

MATERI BK KELAS 8 KUMER 2023 SMT 1

Download Gratis Materi :STOP MENGELUH dan SELALU BERSYUKUR
Download Gratis Materi : Eksplorasi Bakat dan Minat
Download Gratis Materi : Aku Percaya Diri
Download Gratis Materi : Aku Cinta Tanah Air
Download Gratis Materi : Peran Gander di Masyarakat
Download Gratis Materi : Memahami Gaya Belajar
Download Gratis Materi :  STOP BULLY, Mari Bersahabat

MATERI BK KELAS 9 KUMER 2023 SMR 1

Download Gratis Materi :Kenali Bakatmu, Raih Karirmu
Download Gratis Materi :Bangkitkan Motivasi Berprestasi
Download Gratis Materi :Cara Berkomunikasi yang Baik
Download Gratis Materi :Membina Hubungan Persahabatan
Download Gratis Materi :Mengenal Kepribadian Manusia
Download Gratis Materi :Cara Mengendalikan Emosi
Download Gratis Materi :Aku Bangga dengan Karyaku
Download Gratis Materi :Berpikir dan Bersikap Positif

Wah banyak juga ya ternyata...  eits tapi itu belum semua loh masih ada Materi BK di semester 2, tunggu mimin upload di artikel lainnya yah... see you semoga bermanfaat bagi Bapak/Ibu guru BK .